Apa sih Zero Waste Event itu?

Bukan, bukan suatu acara yang sama sekali tidak menimbulkan sampah sekecil apapun. Tetapi, ZWE adalah sebuah sistem yang diterapkan ke dalam seluruh rangkaian suatu acara yang bertujuan untuk mengurangi dampak bahaya sampah bagi lingkungan dengan metode 3R, Reduce, Reuse, dan Recycle.

Sekarang, mari kita tengok perjalanan sampah yang ada di kampus kita, ITB. Berawal dari tempat sampah yang (seharusnya) terpilah, ke mobil pengangkut sampah, lalu berakhir di Pusat Pengolahan Sampah (PPS) Sabuga. Di PPS Sabuga, sampah yang mudah membusuk akan diolah menjadi pupuk kompos dengan proses composting dan sampah yang tidak mudah membusuk akan dipilah menjadi yang masih mempunyai nilai jual dan yang tidak. Sampah yang tidak memiliki nilai jual akan dibakar di dalam insenerator, sedangkan yang masih layak jual akan dijual ke pengepul.

Sebenarnya, alur persampahan dan pengolahannya di ITB sudah cukup baik namun sayang, walau sudah disediakan dua jenis tempat sampah (mudah membusuk dan tidak mudah membusuk) banyak dari mahasiswa dan civitas akademika ITB kurang memerhatikan ke mana ia membuang sampahnya. Alhasil, para pekerja di PPS Sabuga harus bekerja lebih untuk memilah sampah-sampah dari kampus. Padahal fakta menunjukkan bahwa sampah yang dihasilkan ITB setiap harinya sebanyak 24 msampah per hari. Bayangkan!

Itu kalo hari biasa, gimana kalo ada acara besar? Waduh, bisa kita bayangkan timbunan sampah yang lebih tinggi mengakibatkan pengangkutan sampah ke PPS Sabuga memakan 3-4 kali dari biasanya. Lalu, sampah yang tercampur sebanyak itu bisa mengakibatkan pula sampah yang seharusnya tidak dibakar ikut masuk ke dalam insenerator dan menghasilkan asap yang berbahaya bagi masyarakat sekitar ITB.

Nah, yuk kita lihat lagi. Dalam sebuah acara, pemakaian kertas untuk surat maupun media publikasi pasti jor-joran sekali. Jika 1 pohon pinus dapat menghasilkan 80.500 lembar kertas, seluruh tempat fotokopi di ITB bisa kita andaikan menebang 1 pohon pinus dalam 3 hari! Dari mana tuh perhitungannya? Kita ambil sampel fotokopi PAU. Di sana, rata-rata fotokopi tiap harinya minimal 1 rim dan maksimal 5 rim. Tempat fotokopi di ITB ada lebih dari 10 tempat sehingga jika dalam keadaan produksi 5 rim, dapat kita hitung seluruhnya memproduksi 10x5x500=25.000 lembar yang setara dengan 1 pohon pinus per 3 hari!!

 

Itulah beberapa dari sekian banyak alasan kenapa kita pengen sekali menerapkan sistem Zero Waste Event ke setiap acara di kampus ITB ini. Nah, mahasiswa ITB saat menyusun acara harus berani menyelesaikannya hingga tuntas. Gimana caranya? Caranya dengan menganalisis dan berpikir terlebih dahulu dampak yang ditimbulkan acara tersebut lalu selesaikan semua dampak negatif dari acara tersebut.

 

Sekian tulisan ini semoga dapat memberi ilham dan informasi.

Salam Hijau :)

Tim Ganesha Hijau ITB