Apakah anda pernah mengeluh tentang parkir itb yang kian hari kian sempit (read: motornya tambah banyak) ? Anda bukanlah satu- satunya mahasiswa ITB yang mengeluhkan tentang itu. Ganesha Hijau sudah mendalami masalah itu sejak lama. Sebenarnya banyak solusi yang dapat dikerjakan, dengan tidak membawa motor, nebeng temen, atau naik sepeda. Tanggal 29 Januari lalu, Ganesha Hijau telah mengadakan forum sepeda. Forum ini memiliki fokus untuk mengurangi problematika sepeda yang adadi kampus kita. Banyak manfaat yang dapat kita ambil dengan bersepeda. Selain mengurangi jumlah kendaraan yang berlalu- lalang di kota Bandung, sepeda juga dapat meningkatkan kesehatan kita. Greenformation edisi Sepeda menjelaskan apa-apa saja manfaat dari bersepeda.

1897784_743665742319545_1212944148_n

 

Sepeda kampus sekedar pajangan

 1959490_743665932319526_723550458_n

Untuk apa ada sepeda kampus jika hanya dijadikan pajangan? Sudah lama keadaan sepeda kampus diborgol di shelter sepeda, daripertengahan sampai akhir 2013. Sepeda sekedar mendiami shelter agar ada yang menghuni. Setelah diselidiki ternyata ada beberapa keadaan yang menyebabkan sepeda kampus tidak bisa keluar dari shelter nya.
1. Keadaan sepeda yang rusak
2. Banyak sepeda yang hilang
Masalah- masalah ini sudah disinggung di tulisan Mas Darmadi yang berjudul Sepeda Kampus Sekedar Pajangan, Sepeda Sendiri Dicuri Orang, ITB ku yang Malang(https://www.facebook.com/notes/darmadi-madi/sepeda-kampus-sekedar-pajangan-sepeda-sendiri-dicuri-orang-itbku-yang-malang/10152059992179039), yang merupakan tulisan awal dari masalah ini. Di forum sepeda GH yang lalu, masalah ini juga sudah dibahas.

 

Keadaan sepeda kampus yang rusak

Sepeda kampus yang dijumpai bermacam- macam kondisinya.Yang pasti, 100% sepeda kampus yang ada telah rusak dan tidak bisa digunakan hingga forum sepeda tersebut berlangsung. Rusak nya sepeda kampus ini tentu ada penyebabnya. Lewat forum GH, diketahui bahwa sepeda kampus yang ada rusakkarena kelalaian pengguna sepeda kampus sendiri. Banyak pengguna sepeda kampus yang tidak tahu bagaimana menggunakan fitur- fitur sepeda dengan benar.Hasilnya sepeda kampus akan rusak. Misalkan saja Rear Draileur (RD) dan FrontDraileur (FD) yang merupakan sistem pergantian gigi di sepeda, kargo sepeda, dan keranjang depan. Fakta yang diungkap oleh Ganesha Bicycler ITB adalah 100% sepeda kampus rusak di bagian RD dan FD. Ini menunjukkan bahwa pengguna tidak mengetahui bagaimana harus memulai menaikkan rasio gear dan kapan boleh menaikkan rasio nya. Yang kemungkinan besar terjadi adalah banyak pengguna yang memaksa untuk menaikkan gear ketikatanjakan sehingga rantai menjadi sangat tegang dan membelit bagian RD atau FD. Masalah lainnya adalah pada bagian kargo, bentuknya seperti tempat untuk boncengan dibelakang sadel pengendara. Sebenarnya kargo ini hanya didesain untuk menopang barang bawaan dan sangat tidak disarankan untuk membonceng orang. Barang yang dapat dibawa di atas kargo ini pun hanya sampai 25 kg saja. Dengan adanya kegiatan membonceng di kargo maka efek buruk yang terjadi pada sepeda punbermacam- macam. Ban bocor/meledak, kargo bengkok, poros wheelset  belakang (freehub) rusak, rims (pelek) bengkok, bahkan jari- jari putus dapat terjadi. Banyak juga pengguna yang tidak mengetahui beban maksimal keranjang di depan sepeda.Keranjang tersebut didesain untuk tidak membawa barang yang beratnya lebih dari 5 kg. Hal yang sama dapat terjadi, ban bocor/meledak, kargo bengkok, poros wheelset  belakang (freehub) rusak, rims (pelek) bengkok, jari-jari putus, dan handling sepeda menjadi berat.

 

Sepeda kampus telah bisa digunakan sekarang ini

Kabar gembira bagi celuruh civitas akademika bahwa sepeda kampus akhirnya bisa digunakan lagi. Walaupun begitu, tentu saja semua pihak mengharapkan pemakaian yang benar oleh pengguna. Harap diperhatikan betul-betul bahwa akan banyak masalah yang terjadi di sepeda jika pemakaian tidak benar. Jika banyak pengguna masih mengikuti cara- cara yang telah dijelaskan sebelumnya, dikhawatirkan pemborgolan sepeda kampus akan terjadi lagi. Untuk itu, gunakan lah sepeda kampus dengan bijaksana.

 

Bagaimana memakai sepeda kampus dengan bijak ?

Sepeda kampus adalah layanan yang diberikan kepada masyarakat kampus secara cuma-cuma alias gratis. Sudah selayaknya kitasebagai pengguna memakainya dengan bijak. Selain titel mahasiswa ITB yang sudah seharusnya mengharuskan kita untuk bijak, ada alasan lain mengapa kita harus menggunakannya dengan bijak. Pak Andy adalah orang yang menjaga sepeda kampus, mengecek sepeda kampus pada akhir hari. Jika ada sepeda kampus yang hilang, kemungkinan besar adalah Pak Andy yang mengetahui nya pertama kali. Pak Andy akan menghitung sepeda kampus dan mengecek apakah ada sepeda kampus yang menhilang.Pak Andy melakukannya dengan mendatangi shelter- shelter sepeda yang ada. Namun menghitung sepeda kampus tidak semudah kelihatannya, masalahnya banyak sepeda kampus yang berada tidak ditempatnya. Seharusnya berada di shelter, malahan sepeda kampus berada di luar shelter. Ini lah tantangan yang dilalui Pak Andy. Beliau harus keliling kampus mencari sepeda- sepeda kampus yang diletakkan disembarang tempat. Tentu saja kita sebagai pengguna tidak mau itu terjadi. Sehingga ada baiknya memarkirkan kembali sepeda di shelter setelah digunakan. Bukannya meletakkan sepeda sembarangan.
Berikut adalah bagaimana cara menggunakan sepeda kampus dengan bijak :

1. Parkir kembali sepeda kampus di shelter sepeda setelah selesai digunakan

2. Tidak memarkir sepeda kampus sembarangan

2. Jangan gunakan sepeda kampus untuk berboncengan

3. Jangan ugal-ugalan atau kebut-kebutan
4. Jangan meletakkan beban yang lebih dari 5 kg pada keranjang depan

5. Tidak memperlakukan sepeda dengan kasar

 

Keamanan sepeda kampus

Salah satu alasan mengapa layanan sepeda kampus sempat dihentikan adalah karena banyak sepeda kampus yang hilang. Sepeda kampus tidak seharusnya dibawa keluar dari kawasan kampus ITB Ganeca. Sepeda kampus dapat kita gunakan untuk bertransportasi didalam kampus dan diletakkan kembali di shelter sepeda setelah habis digunakan. Baru- baru ini ditemukan sepeda kampus di luar kampus ganeca yang dipost di Twitter oleh @gbitb (https://twitter.com/gbitb/status/434124789276368898/photo/1). Foto tersebut menunjukkan sepeda kampus yang terparkir di luar kawasan kampus. Tentu saja peristiwa itu adalah peristiwa yang buruk. Lalu siapa yang dapat disalahkan? Tentu saja itu adalah kesalahan dari pengguna sepeda kampus itu, satpam ITB juga seharusnya dapat melihat sepeda kampus yang keluar dari kawasannya. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

 

Keamanan Sepeda Pribadi

Isu yang kemudian juga dibahas di Forum GH edisi sepeda yang lalu adalah masalah keamanan sepeda pribadi yang dibawa mahasiswa ke kampus. Tidak sedikit mahasiswa yang kehilangan sepedanya di kampus karena dicuri. Pencurian ini adalah kelalaian dari beberapa pihak, pemilik sepeda dan pihak keamanan ITB. Walaupun begitu, mencoba untuk menyelamatkan sepeda sendiri dengan keamanan yang kita ciptakan sendiri tidak ada salahnya. Berikut adalah tips dari Ganesha Bicycler ITB terkait dengan keamanan pada saat memarkirkan sepeda pribadi kita. Yang pertama adalah gunakan kunci dengan kualitas yang baik, banyak sepeda yang dicuri karena memakai rantai keamanan yang sebenarnya tidak aman dan gampang diputus. Ada beberapa jenis kunci sepeda yang disarankan, Flexible Braided Steel Cabel, U-Lock, U-Lock Combo,  dan rantai (chain).Flexible Braided Steel Cabel terbuat dari seling baja yang didesain agar menjadi lebih kuat,security rating nya adalah 2 dari 10.U-Lock terbuat dari Hardened Steel, tahan terhadap handtool seperti palu, tang, obeng, danlainnya. Security rating nya 5 dari10. U-Lock combo, terbuat dari hardened steel untuk bagian U-Lock dan dilengkapi seling baja untukmengaitkan ban depan, frame, dan ban belakang, memiliki security rating sebesar 6 dari 10. Dan yang paling disarankan adalah rantai (chain), terbuat daribaja, tahan terhadaphandtool, untuk tebal baja yang mencapai 18 mm memiliki security rating sebesar 10 dari 10. Semakin baik kualitas suatu kunci sepeda tentunya akan semakin mahal, tetapi hal tersebut sebanding dengan hasil yang kita dapat.Tips lain dari GB ITB adalah agar meletakkan sepeda pada daerah yang terjangkau oleh pengawasan satpam dan sebisa mungkin untuk tidak meletakkan nya di tempatyang sepi. Selalu kunci bagian sepeda, minimal frame dan ban belakang ke sebuah tiang yang tidak memungkinkan untuk pencuri mengangkat sepeda nya. Dan yang paling penting adalah tidak meninggalkan sepeda pada malam hari, karena apapun kunci keamanannya, sepeda pasti akan hilang.  Berikut adalah foto dari beberapa jenis kunci keamanan sepeda.

Flexible Braided Steel Cabel

Flexible Braided Steel Cabel

 

U-Lock

U-Lock

U-Lock Combo

U-Lock Combo

Rantai (chain)

Rantai (chain)

 

Kesimpulan

Sepeda kampus telah dapat digunakan. Tetapi dengan keadaan yang ada, pengguna diharuskan dapat berpartisipasi agar sepeda kampus yang ada tidak rusak kembali. Jangan membonceng di kargo, jangan meletakkan beban yang beratnya lebih dari 5 kg di keranjang sepeda, jangan kebut- kebutan, jangan menaikkan gear di tanjakkan, pergunakan sepeda dengan lembut, parkirkembali sepeda di shelter sepeda, dan jangan meletakkan sepeda kampus di luar kawasan kampus. Layanan sepeda kampus adalah layanan yang sangat menguntungkan bagi warga kampus, dan jangan sampai pemborgolan sepeda kampus terjadi lagi. Untuk masalah keamanan sepeda pribadi, pengguna harus dapat memasang pengamanan yang maksimal, jangan memarkir sepeda di tempat sepi, dan jangan menginapkan sepeda di kampus. (Theo Syamuda)

 

Salam Hijau,

Ganesha Hijau