fgh-01

Kampus ITB harusnya dapat menjadi miniatur Indonesia maju. Miniatur tersebut dapat ITB contohkan dalam penggunaan teknologi, budaya, gaya hidup, dan berbagai aspek kemajuan lainnya. Dalam konteks ini, ITB sudah memulainya dengan penggunaan teknologi-teknologi yang ramah lingkungan, seperti sel surya. Hal tersebut sebagai contoh kecil yang saat ini dapat kita amati di lingkungan kampus. Tentunya masih banyak teknologi-teknologi lain yang terus menerus dikembangkan di kampus ITB. Bangsa yang maju tidak hanya maju dalam penggunaan teknologi, tetapi juga tecermin dari gaya hidupnya sehari-hari. Salah satu gaya hidup dalam negara maju adalah budaya menggunakan transportasi massal. Jika ITB ingin menjadi miniatur negara maju, maka budaya penggunaan transportasi massal bagi civitas akademika di ITB harus segera dilaksanakan. Transportasi massal ini merupakan bagian dari “Green Transport” atau transportasi hijau yang sangat mendukung ITB sebagai kampus yang berwawasan lingkungan.

Transportasi hijau tidak hanya menjadi gaya hidup yang unggul dari suatu negara maju. Transportasi hijau dapat menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Telah kita ketahui bersama setiap tahunnya Indonesia menghabiskan ratusan triliun rupiah untuk subsidi BBM. Tahun 2014 ini, Indonesiamengeluarkan subsidi BBM sampai dengan 210,9 triliun rupiah. Oleh karena itu, perlu peran serta dari seluruh elemen bangsa ini untuk melakukan langkah-langkah untuk mengurangi beban pemerintah. Membudayakan menggunakan transportasi hijau merupakan upaya sederhana yang mudah dilakukan untuk mengurangi beban pemerintah dalam subsidi BBM misalkan dengan bersepeda atau menggunakan transportasi massal.

Pada kenyataannya, ITB belum memiliki budaya untuk menggunakan transportasi hijau. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya kendaraan pribadi yang dipakai oleh mahasiswa ITB. Bahkan kapasitas parkir ITB sudah tidak cukup lagi menampung jumlah kendaraan yang dibawa oleh mahasiswa. Berangkat dari fenomena tersebut, Lembaga Kemahasiswaan ITB dan Kementerian Ganesha Hijau ITB berinisiatif untuk membuat program Greentransport Day, survei, forum diskusi, serta kampanye mengenai transportasi hijau di ITB. Harapannya, kegiatan tersebut dapat menjadi bahan pembuatan kebijakan transportasi hijau di ITB pada masa mendatang serta meningkatkan kepedulian civitas akademika ITB untuk menggunakan transportasi hijau.

Greentransport Day adalah hair di mana kita menggunakan kendaraan yang lebih ramah lingkungan, misalkan sepeda, sepeda listrik, ataupun kendaraan umum seperti bus dan angkot. Namun untuk mengajak mahasiswa ITB untuk menggunakan transportasi hijau bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, GH dan LK mencoba menggagas adanya daya tarik agar para mahasiswa mau menggunakan transportasi hijau. Opsi-opsi yang sedang kami gagas adalah,

  1. Voucher makan gratis bagi yang menggunakan sepeda. Voucher ini dapat digunakan di kantin-kantin ITB. Ini mirip dengan voucher makan yang dikeluarkan oleh ITB di kantin-kantin.
  2. Program angkot murah. Caranya adalah dengan pembagian voucher angkot dengan harga yang lebih murah (misalnya 50% harga biasa). Dengan program ini, kita dapat naik angkot dengan tarif yang lebih murah. Ketika bayar angkot, kasih voucher ke supir, kita otomatis akan mendapat potongan harga. Nah, supir angkot tersebut nanti tinggal menukarkan voucher-voucher yang didapat ke pihak panitia Greentransport Day untuk mendapatkan uang pengganti.
  3. Program voucher berhadiah. Program ini pada dasarnya ingin membuat seluruh elemen mahasiswa baik yang berkecimpung di himpunan/unit/TPB untuk turut menggunakan transportasi publik. Berikut ini  adalah skemanya,

Mahasiswa mengambil voucher di KM-ITB → Mahasiswa yang megambil voucher, kemudian naik angkot → Ketika turun dari angkot, akan ada petugas Greentransport Day yang akan memberi cap pada voucher yang dibawa mahasiswa. Pengecapan dilakukan di tempat-tempat pemberhentian angkot di sekitar ITB pada jam-jam tertentu (perlu kajian lebih lanjut) → Cap pada voucher diakumulasikan di setiap himpunan atau unit → Voucher yang terkumpul dapat ditukarkan dengan barang yang menjadi kebutuhan setiap himpunan/unit/TPB tersebut.

Tiga hal di atas adalah yang sempat terpikirkan oleh kami untuk menarik mahasiswa menggunakan transportasi hijau. Tiga opsi tersebut masih dlaam tahap analisis. Oleh karena itu, kami mengundang perwakilan himpunan dalam Forum Ganesha Hijau pada hari Jumat, 28 Februari 2014 pukul 16.00-18.00 di Sekre KM-ITB. Bentuk acara ini adalah Focus Group Discussion membahas 3 opsi di atas dan juga alternatif lainnya yang dapat menarik mahasiswa untuk bertransportasi hijau.

 

Salam Hijau,

Ganesha Hijau