Untitled3

Kalimat di ataslah yang menjadi kalimat kampanye Earth Hour Indonesia, adaptasi dari” I Will If You Will” yang digunakan di negara lain. Earth Hour adalah aksi mematikan lampu dan peralatan elektronik selama satu jam dari jam 20.30 sampai 21.30 waktu setempat yang diadakan pada hari Sabtu terakhir dari bulan Maret setiap tahunnya. Gerakan menyelamatkan lingkungan ini bermula pada tahun 2007 di Sydney, Australia, kemudian sampai di Indonesia pada tahun 2009, walaupun masih belum sebesar sekarang ini.

Tahun ini, Earth Hour diadakan pada tanggal 29 Maret dengan melibatkan 37 kota- kota besar di Indonesia, dari Banda Aceh hingga Ambon, termasuk Jakarta dan Bandung. Di Jakarta, lima bangunan ikonik juga mendukung aksi ini; Monumen Nasional, Balai Kota, Bundaran HI, Air Mancur Arjuna Wiwaha, dan Patung Pemuda. Sedangkan di Bandung, Gedung Sate, Balai Kota, dan banyak titik-titik lain yang juga ikut melaksanakan gerakan Earth Hour.

Untitled1  Untitled2

Tidak ketinggalan, ITB juga ambil bagian dalam aksi ini. Earth Hour ITB digerakkan oleh U-Green ITB dan didukung oleh massa kampus lainnya di ITB. Aksi Earth Hour ITB kali ini merupakan rangkaian dari beberapa aksi untuk lingkungan. Aksi dimulai pada tanggal 9 Maret di Jalan Dago pada acara Car Free Day. Relawan dari ITB beserta relawan Earth Hour Bandung mengampanyekan acara puncak Earth Hour yang diadakan tanggal 29 Maret nantinya. Tidak hanya mengampanyekan aksi Earth Hour, para relawan juga berkampanye mengenai #bijakkertas, sebuah aksi hemat kertas untuk menyelamatkan hutan Indonesia. Dari sampah-sampah kertas yang dikumpulkan relawan selama Car Free Day Dago, dibuatlah kertas daur ulang yang dapat digunakan kembali. Pada hari H yaitu tanggal 29 Maret, Earth Hour ITB kemudian mengadakan Lingkar Aksi atau Lingkar Diskusi di Selasar GKU Timur pada siang harinya yang memberikan pengetahuan seputar Eco-Lifestyle, mulai dari kebiasaan hemat kertas sampai hemat listrik.

Perlu diingat bahwa aksi Earth Hour ini bukan hanya tentang menghemat listrik selama satu jam di malam minggu terakhir di bulan Maret. Earth Hour ini adalah tentang bagaimana sikap hidup ramah lingkungan yang dicoba untuk dibangkitkan agar menjadi gaya hidup yang sifatnya berkelanjutan. Bayangkan, hanya dengan mematikan lampu selama satu jam di kota- kota beaar, PLN sudah menghemat hingga 1 miliar rupiah! Bayangkan jika sikap hidup ramah lingkungan ini dijadikan kebiasan sehari-hari. Tidak perlu mematikan total lampu yang ada di rumah, cukup memulai dengan kebiasaan kecil, seperti mematikan lampu dan alat listrik lain yang tidak diperlukan, selalu mematikan alat- alat listrik ketika keluar rumah, mencabut steker alat listrik dari catu daya ketika tidak digunakan, menggunakan reusable bag sebagai pengganti kantong plastik konvensional, menggunakan botol minum yang dapat diisi ulang agar mengurangi sampah botol plastik yang dihasilkan, dan banyak kebiasaan-kebiasaan ramah lingkungan lainnya yang dapat dilakukan. Semoga ajang Earth Hour yang telah dilaksanakan ini dapat menjadi momentum kita untuk mengubah gaya hidup kita menjadi lebih ramah lingkungan.Ayo mulai dengan satu jam dan jadikan kebiasaan!

 

Salam Hijau,

Ganesha Hijau